Dari Tukang Cuci Piring, Nengah Natya Founder Coco Group

Nengah Natya, Owner COCO Group punya kisah menarik dalam perjalanan bisnis. Siapa yang menyangka pengusaha asli Sidemen, Karangasem yang dulu adalah seorang tukang cuci piring di Grand Hyat Hotel, Nusa Dua. Kini, pria yang kerap di sapa Natya menjadi seorang pembisnis handal khususnya dalam bidang retail. Natya tak pernah membayangkan bahwa bisnisnya akan berkembang pesat seperti sekarang.

Awal kisah dimulai saat ada lowongan sebagai tukang cuci piring di Grand Hyat Hotel, Nusa Dua. Beliau melamar setelah lulus pendidikan Diploma I di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata (BPLP) yang kini dikenal dg nama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, Bali. Disanalah, pria berusia 45 tahun ini menempa diri dan menitis karier. ”Saat itu saya sangat menikmati pekerjaan sebagai seorang steward (tukang cuci piring),sebab pekerjaan memang harus disenangi,” ucapnya. Lambat laun dia mulai menemukan jati diri dan passion nya sebagai pembisnis bukan sbg pekerja.

Tahun 2004 Natya memilih berhenti bekerja dari hotel bintang lima itu dan mencoba peruntungan dengan membuka warung makan. “Saat itu, istri saya sudah bisnis baju, saya lihat dia sukses sehingga dia niat untuk terjunke dunia bisnis.” tandasnya. Ahirnya, kini dia berhasil menciptakan brand ternama di Bali dalam beberapa bidang, seperti bidang retail dengan nama COCO mart, bidang restorant Coco Bistro dan beberapa bisnis lain termasuk bisnis hotel. Pria yang mengaku tidak pintar-pintar amat ini, mengatakan inti dalam berbisnis adalah keberanian dan tekat yang bulat. Tanpa itu, semua tidak akan pernah berjalan dan berkembang.

Pasang surut bisnis pun dia rasakan. Saat tamat SMA di Klungkung, dia ditinggalkan orang tua yang kala itu berprofesi sebagai petani dan pedagang. “Saat itu, saya memutuskan kembali ke Karangasem. Namun setahun berlalu, kok rasanya gak enak, akhirnya saya hijrah ke Denpasar dan menimba ilmu di Nusa Dua, “ucapnya. Ternyata pilihannya tepat, sebab setelah merantau dia mendapatkan banyak inspirasi termasuk dalam bidang bisnis, setelah bekerja sebagai steward, waiter,dan lainnya untuk menimba ilmu dan menempa diri. “Jangan pernah malu dengan pekerjaan apapun, nikmati saja, hasilnya pasti datang,“ imbuhnya.

Selama perjalanan bisnis, selalu ada batu sandungan yang menjadi hambatan dan kendala. Tak punya modal, ia memberanikan diri meminjam uang kesana kemari demi membangun bisnis. “Awalnya saya sempat bisnis retail, dagang baju brand luar negeri dan mencoba peruntungan dalam bidang restoran, “ucapnya. Semua dilakukan dengan senang dan tulus ikhlas tanpa rasa mengeluh akan keadaan yang kadang pasang surut. Termasuk kendala ketika BOM Bali I dan II beberapa tahun silam. “Waktu itu bisnis sempat gonjang ganjing tapi tidak sampai rugi sih, “tuturnya.

Sejauh dia berbisnis, tak ada target khusus yang ingin di capai. Beliau hanya ingin bisa membuka lapangan kerja di bali dan memajukan bisnis demi masa depan yang lebih baik. Natya pun memberikan tips sebagai motivasi kepada anak muada Bali, “Tidak ada yang mustahil, tidak bisa itu karena malas”. Sebenarnya, kalau mau belajar dan berkarya apa saja bisa di lakukan,” ucapnya berpesan kepada generasi muda yang masih takut melangkah maju apa lagi menghadapi era MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) sekarang dan persaingan semakin keras.

“Jangan sampai kalah di kandang sendiri, seharusnya kita menang di kandang sendiri,” tegasnya.

Nama : I Nengah Natyanta
Usia : 46
Istri : Ni Ketut Siti Maryati (41)
Asal : Sidemen, Karangasem
Anak :
1. Mahandika Natya Putra
2. Mahalena Natya Putri
3. Mahalena Natya putra

Alm.Ayah : I Nyoman Wide (Alm.)
Ibu   : NI Wayan Mundri

Share :
Top